Assalamu’alaikum Sobat Mugaci.

Dalam rangkaian Up Grading Guru dan Karyawan Perguruan Muhammadiyah Cileungsi yang dilaksanakan pada Sabtu (1/8) lalu di Masjid Al-furqon, Kampus E Perguruan Muhammadiyah Cileungsi yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cileungsi, menghadirkan materi Joyful Learning. Mengangkat tema “One Vision, One Movement: Menyatukan Langkah untuk Pendidikan Muhammadiyah yang Berdampak” bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama bagi guru dan karyawan dalam mengawali tahun ajaran baru 2026/2027.

Pada materi pertama, disampaikan oleh Bapak Muhammad, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam pemaparan materinya, ia melakukan beberapa kali simulasi dalam pembelajaran yang dapat menghadirkan Joyful Learning dengan melibatkan para peserta. Tampak para peserta antusias mengikuti simulasi tersebut dan memberi kesan serta pengalaman baru.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting menurut admin yaitu:

  1. Cara guru memperlakukan siswa akan menjadi kesan dan diingat sampai kapanpun, maka berikan perlakuan yang terbaik untuk siswa kita.
  2. Kata-kata yang diucapkan oleh guru akan membekas di hati dan ingatan siswa.
  3. Berikan perhatian yang tulus kepada siswa, posisikan siswa sebagai anak kita sendiri.
  4. Berikan kepercayaan kepada siswa bahwa dia bisa menjadi lebih baik.
  5. Berikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan yang lebih baik.
  6. Libatkan hati dan jiwa guru untuk membimbing, membina, dan mengarahkan siswa menjadi generasi yang lebih baik.

Pada akhirnya, yang diharapkan dari joyful learning experience adalah siswa merasa dipahami, dan siswa merasa aman berada di sekolah.

Pada materi pertama, disampaikan oleh Bapak Ir. Awang Surya, M.M. Materi yang disampaikan tentang kekuatan kata-kata. Sebagai seorang pendidik, guru haru memberikan kesan yang baik, terutama dari ucapakan atau kata-kata yang dimilikinya. Karena dari kata-kata yang disampaikan oleh guru, akan berpengaruh pada perkembangan belajar bahkan perkembangan psikologis siswa.

Guru harus mampu menyampaikan kata-kata terbaik dalam mendidik dan memotivasi siswa. Bukan kata-kata yang dapat merusak semangat dan jiwa siswa. Karena kekuatan kata-kata ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *