Assalamu’alaikum Sobat Mugaci.
Para tahun ajaran ini, sekolah kita kembali mengadakan acara Seminar Parenting. Acara ini menghadirkan narasumber seorang Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat, yaitu Ibu Jihan Fahira. Ia menyampaikan materi sesuai tema “Mendidik Generasi Alpha Penuh Cinta di Era Digital”.
Bertempat di Masjid Al-anbiya SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi, Seminar Parenting dihadiri oleh orang tua siswa kelas 1-6, tamu undangan dari TK/PAUD, Kepala Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan di lingkungan PCM Cileungsi, serta perwakilan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah Cabang Cileungsi.
Ustadz Jatnika selaku Kepala SD Mugaci dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran orang tua siswa maupun tamu undangan. Kehadiran orang tua siswa merupakan bentuk dukungan atas program sekolah. Sehingga hal tersebut menjadi satu kekuatan kerja sama yang baik dalam pendidikan anak-anak.
Ia menyampaikan sedikit tentang pendidikan keluarga (parenting). Bahwa anak adalah amanah yang dititipkan Allah SWT kepada kita, sehingga semaksimal mungkin kita sebagai orang tua mampu merawat, menjaga, memberikan kasih sayang terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain itu, di era digital saat ini, tantangan mendidik anak semakin kompleks. Dengan semakin mudahnya akses internet dan maraknya gadget, orang tua harus lebih paham dan bisa memberikan pendampingan kepada anak. Misal saat bermain gadget, orang tua sebisa mungkin mengetahui games atau tontonan apa yang sedang anaknya ikuti.
Hadir sebagai narasumber, Jihan Fahira memaparkan kasus yang terjadi di beberapa daerah tentang kekerasan seksual terhadap anak, perundungan, dan perbuatan negatif serta menyimpang lainnya. Hal ini harus menjadi perhatian bersama antara pemegang kebijakan dan masyarakat. Keluarga yang menjadi tempat utama pendidikan bagi anak, terutama pendidikan adab dan akhlak.
“Sebagai orang tua, kita harus bisa menentukan mana yang tepat untuk anak sesuai usianya. Jangan sampai kita selalu memberikan apa yang anak mau atau minta, padahal belum waktunya. Bahkan banyak orang tua yang memberikan fasilitas kepada anak sama dengan yang digunakan oleh orang tuanya”, ujar Jihan.
Di era digital saat ini, bahkan dengan kemajuan perkembangan zaman yang semakin modern, banyak orang tua yang “tidak mau ribet” dan agar anak “tenang”, lebih memilih memberikan fasilitas yang diminta anak. Sejatinya, itu tindakan yang kurang tepat untuk perkembangan mental anak.
“Pemilihan konten-konten digital yang ada diinternet juga harus diperhatikan. Kita sebagai orang tua punya hak membatasi dan kewajiban untuk mendampingi, sehingga anak kita tidak terpapar hal-hal negatif yang dapat merusak moral, adab, dan akhlak mereka,” tambah Jihan.




