Assalamu’alaikum Sobat Mugaci.
Dalam pengembangan kurikulum terutama pembelajaran mendalam di Perguruan Muhammadiyah Cileungsi, Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cileungsi mengadakan workshop tentang kokurikuler. Workshop kokurikuler dilaksanakan pada Selasa (6/1) bertempat di SMK Muhammadiyah 4 Cileungsi yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah (Waka) SD, SMP, SMA, dan SMK Muhammadiyah se-Cabang Cileungsi.
Tim SD Mugaci hadir Ustadz Muhammad Jatnika Pamungkas, M.Pd. selaku Kepala Sekolah, Ms Novi Febriani, M.Pd. selaku Waka Kurikulum, Ms Uswatun Hasanah, S.Pd.I. selaku Waka Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dan Ms Fifi Ferawati, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan.
Workshop diawali dengan belajar tahsin Q.S. An-nashr yang dibimbing oleh Ustadz Nasrullah, S.Pd.I. Ketua Majelis Tabligh PCM sekaligus Kepala SD Muhammadiyah 2 Cileungsi. Ia membimbing bacaan ayat per ayat, dari makharijul huruf, gunnah, mad, dan kefashihan bacaan.
Kemudian dilanjut dengan tausyiah singkat oleh Bapak Drs. Sarfian Effendi selaku Wakil Ketua PCM sekaligus pengawas internal Perguruan Muhammadiyah Cileungsi dengan tema Pentingnya Adab Sebelum Menyampaikan Ilmu. Resume materi tausyiah ada pada artikel di bawah ini.
https://sdmuhammadiyah3cileungsi.com/pentingnya-adab-sebelum-menyampaikan-ilmu/
Sesi utama adalah tentang kokurikuler yang disampaikan oleh Bapak Namin AB, M.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cileungsi.
Ia menjelaskan tentang implementasi kokurikuler dalam pembelajaran mendalam. Dalam pembelajaran mendalam, guru dituntut untuk dapat menghadirkan pembelajaran yang menggembirakan. Menggembiarkan yang dimaksud adalah pembelajaran yang menyenangkan, aktif, kolaboratif, dan bermakna.
Di dalam pendidikan Muhammadiyah, ternyata ada tokoh utama yang sudah mengawali penerapan pembelajaran mendalam yaitu K.H. Ahmad Dahlan. Beliau adalah pendiri Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus sebagai guru, pendidik untuk para santrinya di awal-awal berdirnya Muhammadiyah. Pembelajaran mendalam yang diterapkan oleh K.H. Ahmad Dahlan adalah saat mengaji QS. Al-maun, kemudian dikaji, dan selanjutnya diimplementasikan dalam perbuatan nyata yaitu melakukan santunan untuk kaum dhuafa di sekitar masjid gede, Kauman, Yogyakarta.
Selain workshop kokurikuler, setiap sekolah diberi kesempatan untuk menyampaikan laporan tentang perkembangan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun pelajaran 2026/2027.
Diakhir sebelum acara ditutup, para pengawas internal Perguruan Muhammadiyah Cileungsi memberikan arahan dan masukan tentang hasil presentasi setiap sekolah tentang program dan instrumen kokurikuler.
Arahan dan masukan dari pengawas internal Perguruan Muhammadiyah Cileungsi:
- Alokasi waktu kegiatan (jp) harus dicantumkan dengan jelas pada instrumen kokurikuler.
- PIC/Fasilitator setiap kegiatan kokurikuler harus ditentukan.
- Dokumentasi setiap kegiatan kokurikuler harus ada dan disimpan dengan baik.
- Konten media sosial sekolah harus memunculkan jurusan khusus SMK dan juga keunggulan sekolah.
- Siapkan space tempat untuk pameran karya siswa di sekolah.
- Di semester genap akan ada supervisi kembali, harus disiapkan lebih baik dari semester ganjil.
- Buatkan instrumen yg lengkap dan sosialiasi kepada semua guru dan staf.




